Surveyor Tambang

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Surveying

Mengapa ada Mine Survey

Menurut Suyartono dalam buku Good Mining Practiase, 2004, Pada kegiatan penambangan disebutkan tahapan-tahapan yang dilakukan dalam proses tersebut, yaitu

  1. Eksplorasi

  2. Studi Geoteknik dan Geohidrologi/hidrologi.

  3. Studi Kelayakan

  4. Perencanaan Tambang

  5. Penambangan (Produksi Pengolahan Pemurnian )- Eksploitasi

  6. Pengangkutan dan Penjualan

  7. Penutupan tambang.

Pada setiap tahap tersebut, peranan tenaga survey dan pemetaan sangat diperlukan, khususnya dalam tahap Eksplorasi dan Eksploitasi. Dalam tahapan eksplorasi, peran tenaga survey dan pemetaan antara lain, penyediaan peta-peta kerja geologi dan peta untuk perijinan penambangan, pengukuran topografi original, dan penentuan posisi titik bor geologi. Dalam tahapan eksploitasi peran tenaga surveyor juga diperlukan untuk pelaksanaan konstruksi insfrastruktur tambang (bangunan, jalan,Pelabuhan dan transmisi/jaringan) serta implementasi dari design tambang dengan memasang patok-patok acuan design.

Dalam kata lain, Mengapa survey diperlukan dalam kegiatan penambangan, karena beberapa hal dibawah ini ;

  1. Penambangan dilakukan dalam area yang cukup luas

  2. Penambangan dilakuakan dengan ruang dimensi terukur

  3. Penambangan dilakukan pada bumi dengan segala sifat fisiknya (bulat)

  4. Penambangan dilakukan dengan integrasi beberapa disiplin ilmu yang memerlukan

    standar ukuran.

Pekerjaan survey pada survey tambang terbuka dapat dikategorikan sebagai pekerjaan Geodesi Rendah (Plane Geodesi). Pada umumnya wilayah tambang tidak mencakup areal yang terlalu luas sehingga kelengkungan bumi dapat diabaikan (dalam beberapa area tambang, kelengkungan bumi tetap diperhitungkan).

Aspek ketelitian survey dan pemetaan pada kegiatan penambang, yang diharapkan masih dalam ketelitian fraksi desimeter-meter, kecuali untuk pekerjaan yang berhubungan dengan konstruksi infrastruktur/bangunan dan pengukuran deformasi lereng. Walapun wilayah pekerjaan penambangan relatif tidak terlalu luas, namun konsistensi sistem koordinat dan jangka waktu penambangan yang lama pada kegiatan penambangan diperlukan suatu jaring titik kontrol yang baik dan confrom antar titik.

 

Trimble Heavy Civil Construction ada di Indonesia

 

ABOUT SITECH INDONESIA


SITECH Indonesia, as Trimble Heavy Civil Construction distributor in Indonesia, has brought to market an exciting array of new technology to Indonesia's Construction market.

The team at SITECH Indonesia understands how to apply innovative construction technology to effectively solve some of the biggest challenges in the construction industry.

Learn how easy it is to utilize technology that makes significant improvements in project workflow-dramatically increases your production, improves your accuracy and lowers your operating costs. And the proof that it works: documented increases on your bottom-line.

Adopt construction technology and accelerate the growth of your company. With the addition of Trimble site-wide solutions to your heavy and highway projects, you are in a more powerful competitive position in the marketplace. Whether you choose to start small or go all in, the expanded capability will enable you to earn the bid and be profitable, project after project.

Grow your business with SITECH Indonesia.

Visit sitech indonesia website

 

PEMETAAN DATA TOPOGRAFI ORIGINAL DENGAN TEKNOLOGI TERESTRIS

Pengambilan data topografi dengan metod terestrial adalah metode pengambilan data topografi dengan alat ukur sudut dan jarak, atau lebih kita kenal dengan alat theodollite dan total station.Metode pengambilan data yang dapat dilakukan dengan metode terestria antara lain ;

  1. Metode Polar – metode polar dilakukan pada area yang benar-benar terbuka dan tidak ada penghalang dari station alat ke titik sample data, misal di tambang dan disposal)
  2. Metode sket base topografi, metode ini digunakan untuk lokasi yang sudah banyak bangunan dan feature kontruksi buatan manusia.Pada metode ini surveyor membuat sketsa bangunan dan detil topografi sebelum dilakukan pengukuran dan dilanjutkan dengan proses pengukura detil sesuai dengan sektsa dan feature yang ada.
Read more...
 

PEMETAAN DATA TOPOGRAFI ORIGINAL TAMBANG DENGAN TEKNOLOGI LIDAR.

User Rating: / 5
PoorBest 

Dalam pemetaan dengan tekmologi LIDAR yang mampu mendapatkan ketelitian peta dengan akurasi kurang dari 1:2000 dengan biaya yang murah untuk area yang cukup luas, surveyor tambang tentu tidak melakukan sendiri kegiatan ini, karena inventasinya cukup besar. Pengukuran lidar di dunia pertambang tentunya akan dilaksakan oleh pihak kontraktor atau perusahaan survey yang mempunyai kompetensi untuk melakukannya.
Sebagai seorang surveyor tambang, dalam melakukan pengawasan dan membuat perencanaan kegiatan untuk pekerjaan survey lidar harus memperhatikan beberapa hal dibawah ini.

  1. Dalam pembuatan kontrak kerja, surveyor harus mengetahui produk akhir kegiatan lidar, apakah hanya LIDAR POINT atau dengan Feature extract yang didapatkan dari overlay dengan pengukuran Image/Photogrametri secara simultan.
  2. Surveyor tambang harus mengetahui target akurasi dari peta yang diingginkan karena akan menentukan tinggi terbang dan jumlah ground check point.
  3. Surveyor harus bisa menyediakan topografi skala kecil untuk area survey sebagai dasar perencanaan jalur terbang dan tinggi terbang, agar tidak ada area yang tidak terekam atau blank data dan agar pengambilan data lebih efektif dimana area overlap antar strip efisien mungkin. Surveyor juga harus mengetahui rencana jalur terbang sebelum dilakukan pengambilan data.
Read more...
 

PENDEFINISIAN SISTEM KOORDINAT PENGUKURAN

Sistem koordinat tambang dalam tahapan eksplorasi dan eksploitasi menjadi salam satu yang harus dipertimbangkan dalam kegiatan penambangan. Pemilihan dan penentuan system koordinat dalam penambangan akan menghasilkan:

  1. Muka peta penambangan yang lebih mudah dan simple dalam hal kartografi peta tambang.
  2. Efisiensi dalam data penyimpanan data survey dan data geologi
  3. Keamanan dalam penyimpanan data tambang karena sifat koordinat tambang adalah eksklusif
  4. Efisiensi dalam  pencetakan peta penambangan karena dengan muka peta yang tidak maksimal dan pencetakan peta penambangan yang berulang akan membuat pemborosan dalam pencetakan peta tambang.

Surveyor dalam menentukan system koordinat tambang perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

Read more...
 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 2

Newsflash

Situs surveyortambang.com resmi diluncurkan. Situs komunitas surveyor tambang pertama di Indonesia yang mengkombinasikan informasi standarisasi dan kegiatan surveyor tambang dengan artikel-artikel ilmiah seputar dunia survey. Bergabunglah dengan kami!

Polling

Bagi Anda, pentingkah sertifikasi juru ukur tambang?
 

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/surveyor/public_html/modules/mod_eventlistcal15q/helper.php on line 110
<<  July 2014  >>
 Mo  Tu  We  Th  Fr  Sa  Su 
   1  2  3  4  5  6
  7  8  910111213
14151617181920
21222324252627
28293031